Kesehatan

Rusia Mendaftarkan Vaksin COVID-19, Putri Putin Sudah Disuntik

Rusia Mendaftarkan Vaksin COVID-19, Putri Putin Sudah Disuntik


We are searching data for your request:

Forums and discussions:
Manuals and reference books:
Data from registers:
Wait the end of the search in all databases.
Upon completion, a link will appear to access the found materials.

Perusahaan farmasi di seluruh dunia bekerja sepanjang waktu untuk menghasilkan vaksin COVID-19. Banyak yang sudah memulai uji coba dan bahkan beralih ke uji coba Fase 3, yang biasanya memerlukan pengujian selama berbulan-bulan pada ribuan sukarelawan sehat.

Pada Selasa, Rusia telah secara resmi mendaftarkan vaksin virus korona, memberinya lampu hijau untuk diberikan kepada banyak orang di negara itu.

Rusia seharusnya menjuluki vaksin itu "Sputnik" setelah satelit Soviet, menurut AFP.

LIHAT JUGA: VAKSIN COVID-19 BIONTECH DAN PFIZER MENUNJUKKAN HASIL POSITIF

Berdasarkan AP, Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara pada pertemuan pemerintah pada hari Selasa menjelaskan bahwa vaksin negara itu terhadap virus korona telah membuktikan hasil yang cukup positif, dan menawarkan kekebalan yang langgeng terhadap virus.

#BREAKING Rusia menjuluki vaksin virus corona baru 'Sputnik' setelah satelit Soviet pic.twitter.com/vxqEZIrjcs

- Kantor berita AFP (@AFP) 11 Agustus 2020

Dengan mendaftarkan vaksin sebagai siap untuk digunakan, Rusia memenuhi janjinya baru-baru ini untuk "mengalahkan Barat" untuk membuat vaksin virus corona. Awalnya, negara itu menargetkan tanggal peluncuran September, tapi sepertinya sudah siap hampir tiga minggu sebelumnya.

Menurut Putin, vaksin tersebut telah melalui pengujian yang tepat, dan menyebutkan bahwa salah satu dari dua putrinya telah menerima vaksin dan merasa baik-baik saja.

Obat ini dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskow dan Dana Investasi Langsung Rusia, sesuai denganJapan Times.

Sesuai AP melaporkan, pihak berwenang Rusia akan memprioritaskan pekerja medis, guru, dan kelompok berisiko tinggi lainnya untuk menerima vaksin terlebih dahulu.

Kabar ini menjadikan Rusia negara pertama yang mendaftarkan vaksin melawan virus corona. Namun, ada orang yang skeptis tentang berita tersebut karena vaksin tersebut belum menjalani uji coba Fase 3 yang khas, yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan dan ribuan peserta untuk menyelesaikannya.

Kekhawatiran juga telah meningkat tentang kecepatan vaksin Rusia, bertanya-tanya apakah ini terlalu terkait erat dengan kemenangan dalam perlombaan vaksin, mengambil jalan pintas daripada berfokus pada ilmu pengetahuan yang tepat di belakangnya, lapor. Los Angeles Times.

BARU: Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa vaksin virus korona yang dikembangkan di negara itu telah terdaftar untuk digunakan dan salah satu putrinya telah diinokulasi. https://t.co/N6IICbqzX9

- ABC News (@ABC) 11 Agustus 2020


Tonton videonya: Anak Presiden Putin Meninggal Usai Suntik Vaksin Corona, Cek Faktanya (Oktober 2022).